POLITIK

Pengakuan Risma Ditawari Menteri di Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:06 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya dalam konferensi pers di Rumah Dinas Jl Sedap Malam, Rabu (23/10/2019). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengaku sudah lama ditawari Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP untuk menduduki posisi menteri di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun, Risma memutuskan menolak.

"Aku sempat ketemu ibu Mega mungkin bulan September. Aku sudah ditawari jadi Menteri. Tapi aku langsung sampaikan ke Ibu, wes ndak. Lalu, ibu Mega menjawab Wes ojok kesusu engkok jawabe pokoke sadurunge Oktober (sudah tidak usah dijawab langsung, pokoknya sebelum Oktober)," ujar Risma dalam konferensi pers di Rumah Dinas Jl Sedap Malam, Rabu (23/10/2019).

Menurut Risma, tawaran Menteri itu lantas dipastikan lagi oleh Puan Maharani pekan lalu saat Risma berada di Jerman. Risma tetap pada pendiriannya menolak, karena ingin menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Surabaya yang tinggal 1 tahun.

"Terus kemarin waktu aku di Cologne (Jerman), aku ditelpon mbak Puan. Mbak Puan nanyakan piye dadi Menteri?. Endak. Saya jawab, selesaikan di Surabaya dulu," katanya.


Bagi Risma, meninggalkan Surabaya sama halnya meninggalkan tanggung jawab. Karena jabatan Wali Kota dipilih oleh rakyat dan amanahnya sampai akhir masa jabatan.

"Kenapa saya harus jaga Surabaya ini walaupun tinggal setahun. Sebetulnya kalau saya nuruti pribadi saya rugi karena kan kalau saya nanti mau daftar apa lagi itu kan nunggu lama. Tapi kalau terjadi apa-apa kalau aku ninggalin Surabaya maka aku akan nyesel. Karena aku berdarah-darah. Tangan putus, tendonku kena, dan sering jatuh di lapangan. Apa yang saya lakukan itu nanti sia-sia. Kalau terjadi apa-apa, dan saya ada itu risiko saya," katanya.

Risma mengatakan, di akhir masa jabatannya masih ada beberapa mimpi yang masih ingin diwujudkan di Surabaya. Oleh karena itu, dia masih ingin bertahan sampai akhir masa jabatan.

"Ada mimpi-mimpi yang mau saya buat di Surabaya. Di akhir-akhir ini saya harus selesaikan yang pokok dulu. Saya ingin sampaikan, saya harus menjaga kota ini sampai saya berakhir. Kalau nanti pemilihan rakyat bukan memilih saya, bukan tanggung jawab saya lagi. Tapi kalau sekarang ada apa-apa rakyat memilih saya, kalau itu saya ikut dosa," katanya. (bid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 2
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.