POLITIK

Sebelum Memulai Tugasnya, Prabowo akan Mempelajari Situasi Terakhir di Kemenhan

Laporan Farid Kusuma | Rabu, 23 Oktober 2019 | 14:18 WIB
Prabowo Subianto Menteri Pertahanan memberikan keterangan sesudah menjalani prosesi pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra, resmi menjabat Menteri Pertahanan dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang bernama Kabinet Indonesia Maju.

Sesudah diumumkan langsung oleh Jokowi Presiden, tadi pagi, Rabu (23/10/2019), Prabowo bersama 37 orang lainnya dilantik menjadi menteri dan pejabat setingkat menteri.

Sebelum melaksanakan tugasnya, mantan Komandan Jenderal Kopassus itu mengatakan harus melihat Kantor Kementerian Pertahanan, bertemu dengan para pejabat di sana, kemudian serah terima jabatan.

Prabowo mengaku, dia harus mempelajari situasi terakhir Kemenhan di bawah kepemimpinan Ryamizard Ryacudu.


"Saya harus lihat nanti Kantor Kementerian Pertahanan dulu, tanya pejabat di sana. Pasti ada proses serah terima, saya akan belajar dulu situasi yang terakhir, baru kita akan mulai kerja," ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta.

Seperti diketahui, Prabowo Subianto adalah rival Joko Widodo pada Pilpres 2014 dan 2019.

Sesudah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019, Partai Gerindra merapat ke koalisi Jokowi.

Berkat komunikasi politik yang baik, Gerindra mendapatkan dua kursi menteri. Selain Kementerian Pertahanan, Edhy Prabowo Wakil Ketua Umum Partai Gerindra memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam Kabinet Indonesia Maju, tercatat ada 18 orang menteri/pejabat setingkat menteri yang berasal dari partai politik, serta 20 orang lagi berasal dari kalangan profesional. (rid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.