POLITIK

Gerindra Jatim Jagokan 'Jenderal', Gerindra Surabaya Tunggu Koalisi

Laporan Denza Perdana | Selasa, 10 Desember 2019 | 16:28 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - Supriyatno Ketua DPD Gerindra Jatim mengatakan, Gerindra sudah punya jagoan seorang "Jenderal" untuk Pilwali Surabaya 2020. Namun, DPC Gerindra Surabaya masih menunggu koalisi.

Supriyatno yang juga salah satu Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyatakan itu saat berkunjung ke Gedung Negara Grahadi bersama rombongan Banggar lainnya, Senin (9/12/2019).

Menurut Supriyatno, Gerindra memasang terget tinggi untuk memenangkan Pilwali Surabaya tahun depan. Karena itu Gerindra sudah menyiapkan jagoan dengan peluang kemenangan besar.

Bukan Ahmad Dhani yang musisi sekaligus politisi Partai Gerindra, jagoan yang dia maksud memang berjenis kelamin laki-laki tetapi bukan seorang musisi. Laki-laki itu seorang "Jenderal".


Hanya itu saja yang dia bocorkan. Apakah sudah purna tugas atau masih bertugas, dia tidak menyebutkan. Namun, dia bilang, Gerindra sudah menjalin komunikasi terutama dengan PDI Perjuangan.

"Dengan Pak Hasto (Sekjen PDIP) sudah berkomunikasi di Jakarta, juga dengan Bu Sri Untari di Jawa Timur (PDIP Jatim)," kata Suprayitno. Selain PDIP, partai lainnya adalah PKB.

A.H. Thony Sekretaris DPC Gerindra Jatim mengatakan, Gerindra Surabaya belum mendapat petunjuk soal calon yang dimaksud Supriyatno. Dia justru menekankan koalisi partai.

Sejak 25 Oktober-15 November lalu, DPC Gerindra Surabaya telah melakukan rekrutmen sekaligus penjaringan bakal calon wali kota yang akan diusung. Sudah ada 13 nama yang masuk.

Penjaringan ini juga dibenarkan Suprayitno, tapi dia tidak secara spesifik mengatakan, "Jenderal" yang dia maksud termasuk bakal calon yang mendaftar lewat penjaringan di DPC Surabaya.

"Kami belum dapat informasi. Itu mungkin seperti partai lainnya, dari jalur perekrutan di DPP (Jakarta)," kata Thony ketika dihubungi suarasurabaya.net via telepon, Selasa (10/12/2019).

Sebab itulah, Thony sebagai bagian dari struktur pengurus DPC Surabaya berpendapat, Gerindra di Surabaya lebih baik menunggu terbentuknya partai koalisi sebelum melakukan fit and proper test.

"Supaya nanti tidak terjadi, calon yang sudah terjaring di Surabaya ternyata tidak sesuai dengan keinginan partai koalisi. Jadi lebih baik menunggu kepastian tentang koalisi ini," ujarnya.

Di DPC Surabaya sendiri, kata Thony, sudah ada pembagian tugas pengurus mengenai persiapan Pilwali pada 2020 mendatang.

Penjaringan bakal calon jadi tanggung jawab Bagiyon Wakil Sekretaris Gerindra Surabaya, sedangkan lobby partai politik untuk koalisi ada di tangan BF Sutadi Ketua DPC Gerindra Surabaya.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.