POLITIK

Jadi Kepala Bakorwil Pamekasan, Fattah Jassin Jemput Takdirnya di Sumenep 2020

Laporan Denza Perdana | Sabtu, 14 Desember 2019 | 20:40 WIB
Fattah Jassin Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Fattah Jassin, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim menjabat Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan saat berupaya maju Pemilihan Bupati Sumenep 2020.

Kemarin, Jumat (13/12/2019), Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim resmi menempatkannya di Bakorwil Pamekasan dengan melantiknya bersama 19 pejabat lain di Grahadi.

Sebagai Kepala Bakorwil Pamekasan, Fattah akan bertanggung jawab melakukan koordinasi dengan empat kabupaten di Madura. Dia pun mengaku merasa didekatkan dengan "takdir".

"Saya baru tahu kemarin. Tetapi, kalau dipikir panjang, rasanya kok, Ibu (Khofifah) itu kepingin saya dekat dengan masyarakat Madura. Khususnya, ya, terkait 'menjemput takdir' itu," katanya lalu tertawa.


Soal ikhtiarnya mencari tiket menjadi Calon Bupati Sumenep, dia mengaku sudah menyampaikannya kepada Gubernur. Dia sampaikan, banyak dorongan dari elemen masyarakat dan partai untuknya.

"Dorongan untuk pulang ke tanah kelahiran (Sumenep). 'Tapi kalau tidak diizinkan ibu, kalau tidak didukung Ibu, rasanya saya enggak akan mencalonkan.' Terus ibu bilang, 'Pak Fattah, supaya ada kepastian, tolong disurvei dulu'," ujarnya.

Percakapan itu, kata Fattah, terjadi sebelum dia dilantik sebagai Kepala Bakorwil. Setelah permintaan izin itu, dia pun menuruti saran Khofifah melakukan survei awal elektabilitas dirinya di Sumenep.

"Hasil surveinya, dari 10 orang yang beredar (bakal calon di sana), termasuk incumbent, masih di bawah 10 persen (elektabilitas). Jadi, kans untuk, katakanlah, mewujudkan cita-cita itu, besar," katanya.

Setelah mendapati hasil survei itu, Fattah menyadari bahwa dirinya harus lebih dekat dengan masyarakat dalam tiga bulan pertama 2020 mendatang. Bahkan, dia sudah memulainya belakangan ini.

"Saya harus sering menyapa. Sabtu-Minggu saya sudah... (menyapa). Apalagi kalau di Bakorwil. Memungkinkan untuk setiap saat bersosialisasi, menyapa ulama dan tokoh masyarakat," katanya.

Tidak berlebihan kalau penempatan dirinya di Bakorwil Pamekasan adalah bentuk restu Khofifah agar Fattah bisa melenggang ringan menuju Pilbup Sumenep. "Hanya Allah dan Ibu yang tahu," kata Fattah.

Sejumlah partai sudah dia sambangi. Dia segera mendaftar ketika Nasdem, Gerindra, Partai Keadilan Sosial (PKS) membuka pendaftaran Bakal Calon Bupati. Namun dia merasa sreg dengan PKB.

"Mudah-mudahan dari PKB. Karena ketika saya didorong petinggi PKB, rasanya, kok, kansnya di situ. Apalagi PKB di Sumenep partai pemenang. InsyaAllah. Walaupun rekomendasi belum ada yang turun, sinyal itu rasanya semakin dekat," katanya.

Optimisme Fattah makin melambung di Bakorwil Pamekasan. Selain semakin dekat dengan masyarakat, Badrut Tamam Bupati Pamekasan adalah Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jatim.

"Jadi saya merasa luar biasa ini, didekatkan dengan macam-macam. Mudah-mudahan. Semua ini tujuannya untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat di tanah kelahiran saya," katanya.

Menurutnya, Sumenep adalah kabupaten dengan Sumber Daya Alam di urutan ke-33 dari 400 kabupaten yang ada di Indonesia. Tapi data BPS menyebutkan, jumlah penduduk miskinnya paling banyak.

"Kenapa penduduk miskinnya nomor dua di bawah setelah Sampang. IPM-nya juga di urutan ke-35. Pertumbuhan ekonominya pun lambat. Jadi ada sesuatu yang perlu dimaksimalkan," katanya.

Salah satu keunggulan Kabupaten Sumenep yang selama ini belum maksimal adalah wilayah perairan Kabupaten Sumenep yang luasannya 2/3 dari wilayahnya. Fattah ingin memaksimalkannya.

"Kalau mengandalkan APBD saja tidak mungkin. Harus jaringan ke provinsi, harus jaringan ke pusat. Saya 32 tahun di Provinsi, bagi saya tidak terlalu sulit. InsyaAllah," katanya.(den/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.